Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2018

Ardiyan, Bawa Jakarta ke Korea Selatan


Kredit Foto : Arafah

Membawa nama bangsa berprestasi di dunia internasional merupakan suatu hal yang membanggakan. Terlebih lagi, jika hal itu diraih dalam bidang yang memang diminati.

Itulah yang dialami oleh seorang laki-laki kelahiran Jakarta, 20 Juli 1995, Ardiyan Noer Cahyoko. Menjadi atlet taekwondo merupakan salah satu cita-citanya sejak kecil. Berawal dari mengikuti ekstrakurikuler taekwondo di bangku SMP kelas 2, kini beragam prestasi telah berhasil ia raih

Pada tahun 2011, ia mengikuti kejuaraan Korean Ambassador di Senayan dan berhasil menyabet medali perunggu. Di tahun yang sama, pada kejuaraan Jakarta Taekwondo Festival, Ardiyan berhasil meraih juara 1 dan menjadi Atlet Terfavorit. Tidak hanya di Indonesia, tetapi ia juga berhasil berprestasi pada kejuaraan luar negeri. Mahasiswa lulusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta ini pernah berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih posisi juara 3 dari 50 negara di Kejuaraan World Taekwondo Hanmadang di Seoul, Korea Selatan 2016 lalu. Ia mewakili DKI Jakarta mengharumkan nama Indonesia pada kategori poomsae beregu.

“Rasanya gak nyangka. Alhamdulillah senang sekali apalagi bisa ngebanggain orang tua, pelatih, ya orang-orang sekitar lah,” ucapnya.

Ardiyan sangat tidak menyangka dapat melangkah sejauh ini di dunia taekwondo. Meskipun awalnya tidak mendapat dukungan dari orang tua karena harus mengorbankan akademik, hal itu tidak menghalanginya untuk membuktikan bahwa apa yang ia korbankan tidaklah sia-sia.

Setiap menggeluti suatu bidang, pastilah terdapat tantangan yang kerap datang. Rasa jenuh menjadi tantangan terbesar bagi Ardiyan. Harus berlatih 3 kali sehari bak meminum obat, kerap ia lawan  dengan membawa have fun suasana latihan, seperti bergurau dengan teman-teman dalam timnya di Jaguar Club. Selain itu, tempaan dari sosok pelatih yang juga menjadi idola sekaligus orang tua kedua baginya, dapat membuat anak pertama dari tiga bersaudara ini mengatasi rasa jenuhnya.

Ardiyan berharap, anak muda Indonesia untuk terus berkarya dalam bidang yang benar-benar diminati. “Jangan sampai setengah-setengah. Karena kalau sesuatu yang setengah-setengah tidak akan mungkin jadi,” tutur Ardiyan.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Heni, Pantang Menyerah untuk Pendidikan




Salah satu anak muda Indonesia yang masuk sebagai 30 Under 30 versi Forbes ialah Heni Sri Sundari. Wanita berhijab ini merupakan founder dari Gerakan Anak Petani Cerdas.

Pada sharing dan diskusi terbuka dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional yang digagas BUMN, Rabu (23/5) ia mengatakan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan.

Merasakan pahitnya kehidupan bukan menjadi suatu penghalang bagi Heni untuk terus berkarya dan berprestasi. Wanita yang meraih cita-citanya dengan mengenyam pendidikan di Hongkong sembari menjadi TKI ini memiliki tekad yang kuat dan pantang menyerah.

"Ketika saya menyerah, saya akan berakhir seperti teman-teman saya yang umur 13 tahun sudah jadi janda 2 kali," ucap Heni.

Heni pun bercerita bahwa sekarang banyak teman-temannya yang berpikiran ingin menjadi seperti dirinya. Dengan mengutip kalimat dalam film Dilan yang begitu fenomenal, ia mengatakan, "Jangan jadi saya, berat. Kalian tidak akan kuat, biar saya saja," ujarnya yang disambut dengan gelak tawa dan tepuk tangan dari para peserta.

Perjuangannya untuk mendapatkan pendidikan pun membuatnya memiliki niat mulia untuk membantu anak-anak Indonesia agar dapat merasakan pendidikan. Menurutnya, kalau kita mau membantu orang lain, yang lebih dahulu harus kita lakukan adalah bantu diri kita sendiri. 

"Jadikan cita-citamu sebagai jalan untuk orang lain meraih cita-citanya," pesan Heni.